Mempolitisir Kaidah

Mempolitisir Kaidah - Kajian Medina
MEMPOLITISIR KAIDAH

Tabayyun (croschek) hanya berlaku untuk kelompok kami. Karena kami harus benar dan pasti benar. Karena kami satu-satunya kelompok yang selamat dan di atas kebenaran. Kalau kelompok lain, maka tidak perlu tabayyun. Langsung vonis dan sebarkan. Karena mereka pasti salah dan harus salah.

Kalau ada pernyataan dari kelompok kami, maka harus dikedepankan husnudzan (baik sangka) dan membawanya kepada makna yang baik. Karena kami pasti benar dan harus benar. Tapi jika munculnya dari kelompok lain, maka harus dikedepankan su'udzan (buruk sangka) dan membawanya kepada makna yang salah. Karena mereka pasti salah dan harus salah.

****

Contoh di atas merupakan penerapan kaidah yang dilakukan secara dzalim, penuh kecurangan dan jauh dari sikap inshaf (adil). Kaidah yang dipolitisir hanya untuk kepentingan kelompok. Hal-hal seperti ini akan ada pertanggungjawabannya kelak di hari Kiamat.

Konsisten itu berat, ferguso !

[Abdullah Al-Jirani]

Abdullah Al Jirani
Kemarin pukul 05.39 ·

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.