Salah Dalam Memahami Ketaatan Pada Waliyyul Amri

Salah Dalam Memahami Ketaatan Pada Waliyyul Amri - Kajian Medina
Alhamdulillah banyak masyarakat yang sadar akan kesyirikan dan bahayanya. Banyak korban gempa di Palu ini yang ketika saya tanya akibat apa ini, mereka menjawab akibat Palu Nomoni. Acara itu sudah dicegah oleh para ulama Al-Khairaat yaitu Habib As-Segaf di hadapan pak wali, tapi wali kota tetap ngotot melaksanakan acara tersebut.

Ini menyadarkan beberapa ikhwah untuk mulai aktif bergerak memberantas berbagai tradisi sesaji yg ada di seluruh nusantara ini. Di Cilacap kemarin ada yang membubarkan acara sesaji. Inilah pejuang tauhid sejati, bukan yg cuma bisa koar-koar penegak tauhid tapi aplikasi nol.

Bahkan saking bodohnya sebagian orang karena salah dalam memahami ketaatan pada waliyyul amri sampai-sampai mengkritisi usaha para ikhwah tersebut dgn berpedoman pada hadits dhaif Iyadh bin Ghanm ttg larangan menasehati penguasa secara terbuka.

Ditambah lagi mengatakan mau taat kepada pemimpin dalam hal yang makruf. Padahal kesyirikan itu semunkar-munkarnya perbuatan, jadi apanya yang makruf, dodol.

Ubadah bin Shamit saja ketika Mu'awiyah membolehkan menukar bejana emas dgn dirham tanpa memperhatikan timbangan maka Ubadah menentangnya secara terbuka dan mengumumkan itu di hadapan orang banyak, padahal Mu'awiyah ada udzurnya yaitu belum sampai padanya larangan tersebut. Silakan lihat di shahih Muslim.

Bayangkan itu dilakukan Ubadah kepada gubernur yg sah penegak syariah sahabat Rasulullah. Lalu bagaimana dgn penentang syariah yang menghidupkan kemusyrikan?

Anshari Taslim
14 Oktober pukul 06.41 ·

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.