HR. Imam Mazdhab Lebih Lemah dari HR. Bhukari, Muslim ?

HR. Imam Mazdhab Lebih Lemah dari HR. Bhukari, Muslim ?
Hr Imam Mazdhab Lebih Lemah dari Hr Bhukari, Muslim ?

خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم
Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yg sesudahnya (Tabi’in), kemudian yg sesudahnya (Tabi’ut Tabi’in)."  (Hr Bukhari Muslim).

Imam Hanafi lahir (80 H) Maliki lahir (93 H) Syafie (150 H), Ahmad bin Hanbali lahir (164 H).
Para imam tersebut bertemu dengan tabi'n tabi',ut, bahkan imam Malik dan Hanafi sempat bertemu para tabi',n. Inilah yg termasuk salafus shalih yg dimaksud hadist di atas.

Para Imam Mazhab seperti Imam Malik melihat langsung cara ibadah ribuan anak² , cucu sahabat Nabi di Madinah. Anak² sahabat ini belajar langsung ke Sahabat Nabi yg jadi bapak mereka. Jadi lebih kuat ketimbang 2-3 hadits yg diriwayatkan Imam Bukhari 100 tahun kemudian. Imam Bukhari dan Muslim meski termasuk pakar hadits paling top, tetap bermazhab. Mereka mengikuti mazhab Imam Syafi’ie.

Banyak orang awam yg tersesat karena mendapatkan informasi yg salah dari kalangan tertentu.
Imam Mazhab menguasai banyak hadits. Imam Malik merupakan penyusun Kitab Hadits al Muwaththa. Dengan jarak hanya 3 level perawi hadits ke Nabi, jelas jauh lebih murni ketimbang Sahih Bukhari yg jaraknya ke Nabi bisa 6-7 level.

Begitu pula Imam Ahmad yg menguasai dan hafal sejuta hadits beserta sanad²nya,beliau lebih dikenal sebagai Ahli Hadits ketimbang Imam Mazhab.

Jika imam mazhab yg empat, Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal, sama sekali tidak pernah menggunakan hadits yg diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim kenapa?


  • Pertama, karena mereka lahir jauh sebelum Bukhari (194-265 H) dan Muslim (204-261 H) dilahirkan.  Sementara Imam Malik wafat sebelum Imam Bukhari lahir. Begitu pula saat Imam Syafi’ie wafat, Imam Bukhari baru berumur 8 tahun sementara Imam Muslim baru lahir. Tidak mungkin kan para Imam Mazhab tersebut berpegang pada Kitab Hadits yg belum ada pada zamannya?
  • Kedua, karena keempat imam mazhab itu hidup di zaman yg lebih dekat ke Rasulullah dibanding Imam Bukhari dan Muslim, maka hadits mereka lebih kuat dan lebih terjamin keasliannya ketimbang di masa² berikutnya. Dalam teknologi, makin ke depan makin maju, makin lama makin canggih. Tapi kalau hadits Nabi, justru makin dekat ke Nabi makin murni. Jika menjauh dari zamannya, justru makin tidak murni.
  • Ketiga, justru Imam Bukhari dan Muslim malah bermazhab Syafi’ie. Karena hadits yg mereka kuasai jumlahnya tidak memadai untuk menjadi Imam Mazhab. Imam Ahmad berkata untuk jadi mujtahid, selain hafal al Qur’an juga harus menguasai minimal 500.000 hadits. Nah 100.000 hadits yg di hafal yg dibukukan Imam Bukhari cuma 7000-an. Sementara Imam Muslim juga tidak jauh beda dngan mentornya dan cuma 9000-an yg dibukukan. Tidak cukup.


Ada beberapa tokoh yg anti terhadap Mazhab Fiqih yg 4 itu kemudian mengarang sebuah nama mazhab khayalan yg tidak pernah ada dalam sejarah, yaitu mazhab "Ahli Hadits”. Seolah² jika tidak bermazhab Ahli Hadits berarti tidak pakai hadits. Meninggalkan hadits. Seolah² para Imam Mazhab tidak menggunakan hadits dalam mazhabnya. Padahal mazhab ahli hadits itu adalah mazhab para ulama peneliti hadits untuk mengetahui keshahihan hadits dan bukan dalam menarik kesimpulan hukum (istimbath).

Kalaulah benar pernah ada mazhab ahli hadits yg berfungsi sebagai metodologi istimbath hukum, lalu mana ushul fiqihnya? Mana kaidah² yg digunakan dalam mengistimbath hukum? Apakah cuma sekedar menggunakan sistem gugur, bila ada dua hadits, yg satu kalah shahih dengan yg lain, maka yg kalah dibuang ?

Lalu bagimana kalau ada hadits sama² dishahihkan oleh Bukhari dan Muslim, tetapi isinya bertentangan dan bertabrakan tidak bisa dipertemukan?

Imam Syafi’ie membahas masalah jika ada beberapa hadits sama² shahihnya tetapi matannya saling bertentangan ? Beliau menjawab dalam kitabnya Ikhtilafull Hadist.

Hadits sahih secara sanad, belum tentu sahih secara matan. Meski ada banyak hadits yg mutawattir secara sanad, sedikit sekali hadits yg mutawattir secara matan. Artinya susunan kalimat atau katanya sama persis.

Orang² awam dengan seenaknya menyelewengkan ungkapan para imam mazhab itu dari maksud aslinya : "Bila suatu hadits itu shahih, maka itulah mazhabku”.

Kesannya, para imam mazhab itu tidak paham dengan hadits shahih, lalu menggantungkan mazhabnya kepada orang² yg hidup dua tiga abad sesudahnya. Dan lihat pengelabuan dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.

Hanya bermodal ikut kajian² sunnah, belum fasih bacaan tajwid makhrojnya' baik ayat atau hadist, degan bermodal tarjamaah sudah mengatakan para Kyai, Mualim, Masayikh yg mengikuti imam Madzhab di cap dengan olok² "ikut Kyai atau dalil ya" .???

Cara penyesatan dan merusak Islam dari dalam dengan modus seperti ini ternyata nyaris berhasil. Coba perhatikan persepsi orang² awam yg terdoktrin. Rata² mereka benci dengan ke-4 imam mazhab, karena dikesankan sebagai orang bodoh dalam hadits Parahnya, setiap ada urf (tradisi budaya) yg sesat masuk ke dalam tubuh umat Islam, seperti percaya dukun, tahayyul, khurafat, jimat, dan berbagai aqidah sesat, sering diidentikkan dengan ajaran mazhab. Seolah mazhab fiqih itu gudangnya kesesatan dan haram kita bertaqlid kepada ulama mazhab.

Hadits di zaman Imam Bukhari yg hidup di abad 3 Hijriyah saja sudah cukup panjang jalurnya. Bisa 6-7 level perawi hingga ke Nabi. Sementara jalur hadits Imam Malik cuma 3 level perawi. Secara logika sederhana, yg 3 level itu jelas lebih murni ketimbang yg 6 level.

Jika Imam Bukhari hidup zaman sekarang di abad 15 Hijriyah, haditsnya bisa melewati 40-50 level perawi. Sudah tidak murni lagi. Beda 3 level saja bisa kurang murni.

Jadi Imam Bukhari dan Imam Muslim bukan satu²nya penentu hadits Sahih. Sebelum mereka pun ada para ahli hadits yg bisa jadi lebih baik seperti Imam Hanafi, Malik, Safei, Ahmad karena jarak mereka ke Nabi lebih dekat.

Bukan berarti kita menafik- kan hadist imam Bukhari & Muslim, hadist beliau² juga valid yakni sahih…ini cuma penjelasan bagi orang² yg mengaku mengikuti salaf tapi bertentangan degan salaf asli…

Wallahu a'lam.

Musa Muhammad
19 Mei ·

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.