By. Ahmad Sarwat, Lc.MA
Fiqih perbandingan mazhab itu ada sisi positif dan negatifnya, tergantung mau dibawa kemana.
A. Bisa Buat Merusak
Kalau mau rusak, fiqih perbandingan mazhab bisa saja digunakan untuk merusak agama. Tatanan fatwa di empat mazhab itu tinggal diacak-acak saja.
Langkah 1 : Salahkan sikap setia pada satu mazhab tertentu.
Langkah 2 : Ciptakan dan kompilasi sendiri sebuah fiqih baru dari hasil kanibalisasi serpihannya. Tidak ada kaidahnya, lakukan saja sesuai selera kita.
Langkah 3 : Hasil kanibalisasi itu tinggal dikasih stempel dan kemasan yang meyakinkan. Misalnya PALING SHAHIH, PALING RAJIH atau PALING SUNNAH, yang lain SALAH.
Maka resmilah fiqih perbandingan mazhab menjadi senjata perusak masal yang sangat efektif.
B.Bisa Untuk Kebaikan
Fiqih perbandingan mazhab bisa digunakan secara positif dan bermanfaat, kalau :
1. Mengakui adanya ikhtilaf di kalangan para ulama.
2. Tidak mudah menyalahkan apalagi memusuhi saudara sendiri, bila beda pendapat.
3. Tetap setia dengan mazhab yang telah dipelajarinya di negeri masing-masing. Tidak pindah-pindah kepada pendapat mazhab lain, yang mana dia tidak pernah mempelajarinya.
4. Hormati eksistensi masing-masing mazhab dengan tidak main campur-campur mazhab yang tidak dipahaminya.
5. Tidak perlu merujuk sendiri kepada Quran Sunnah, kalau tidak punya ilmu ijtihad yang cukup. Apalagi sok bikin mazhab baru, tentu tidak pantas.
6. Tujuan dakwah itu bukan bagaimana menarik orang ke dalam mazhab kita. Biarkan saja tiap negeri punya mazhab sendiri yang sudah bertahan ratusan tahun.
Ahmad Sarwat
23 Januari pukul 10.58 ·
#Ahmad Sarwat