Wahai Para Imam Shalat, Bertaqwalah!

Wahai Para Imam Shalat, Bertaqwalah! - Kajian Medina
WAHAI PARA IMAM SHALAT, BERTAQWALAH..!!

Fadhilatusy Syaikh Ahmad Asy-Syarqawi hafizhahullahu ta'ala menulis:

فليتق الله من يتقدم للإمامة والصلاة بالناس
Takutlah kepada Allah wahai siapapun engkau yang maju menjadi imam shalat bagi manusia..!!!

ويتعلم أحكام التجويد ولا يتكبر ولا يتقدم للإمامة إلا من هو اهل لها فوالله ليس شرف بل الإمامة تكليف وأمانة
Hendaknya engkau mempelajari hukum-hukum Tajwid dan jangan pernah merasa sombong, dan jangan pernah berani maju untuk menjadi imam, kecuali memang engkau layak dan memiliki kemampuan untuk itu. Demi Allah, menjadi imam bukanlah sebuah kemuliaan, melainkan beban dan amanah..!

فلا تتلاعب بالآيات والوقف والابتداء وتجميل الصوت
Janganlah engkau bermain-main dengan ayat Alquran serta tidak memahami permasalahan waqf dan ibtida untuk kemudian hanya sekadar memperindah suara

على حساب تلاوتك واجلالك لكلام الله عز وجل
Demi menjaga kualitas tilawahmu dan sebagai bentuk pengagunganmu terhadap kalam Allah Azza wa Jalla.

مرة صليت خلف إمام فقال " لينذر يوم الطلاق " هكذا قرأها الطاء فغير المعنى " التلاق "
Aku pernah shalat di belakang imam yang membaca ayat "liyundzira yaumuth-thalaaq". Demikian ia membacanya dengan mengganti huruf Ta menjadi Tha, maka berubahlah makna "At-Talaaq" (QS. Ghafir, 40: 15)

Makna yang seharusnya: "agar memperingatkan manusia tentang hari kiamat" berubah menjadi "hari perceraian", pen.

وآخر قرأ " ذلك ما كنت منه تحيض " هكذا بالضاد فغير الكلمة " تحيد "
Dan imam yang lain membaca ayat "dzaalika ma kunta minhu tahiidh" dengan huruf Dhad dan mengubah makna yang sebenarnya dengan huruf Dal "tahiid" (QS. Qaf, 50: 19)

Makna yang seharusnya: "itulah yang dahulu hendak kamu hindari" berubah menjadi "engkau hendak haidh", pen.

فقف مع نفسك وقفات وإلا والله ستحاسب على تفريطك بل وحرصك على التقدم والتصدر للمحراب
Maka berhentilah sejenak untuk merenungkan kapasitas dirimu, karena apabila tidak demikian demi Allah engkau akan dihisab atas kelalaianmu bahkan atas semangatmu yang berlebihan dalam maju ke hadapan mimbar (untuk menjadi imam).

وقد صدق فينا حديثُ عَابِسٍ الْغِفَارِيِّ رضي الله عنه، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: يَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِهِ سِتَّ خِصَالٍ: ....

Telah menjadi nyata di tengah-tengah kita hadits 'Abis Al-Ghiffari radhiyallahu 'anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam pernah bersabda tentang kekhawatiran beliau terhadap enam perkara, yang salah satunya adalah:

«وَنَشْوٌ يَنْشَأُ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ يُقَدِّمُونَ الرَّجُلَ لَيْسَ بِأَفْقَهِهِمْ فِي الدِّينِ، وَلَا بِأَعْلَمِهِمْ، وَفِيهِمْ مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُمْ وَأَعْلَمُ يُقَدِّمُونَهُم ْ لِيُغَنِّيَهُمْ غِنَاءً».
Orang-orang yang tampil dan bermunculan, mereka memperlakukan Alquran sebatas irama dan nyanyian. Seseorang kemudian ditunjuk untuk tampil (memimpin/ menjadi imam) padahal ia bukanlah orang yang paling paham urusan agama ini, juga bukan orang yang paling berilmu, dan sejatinya di tengah-tengah mereka ada orang yang lebih paham dan lebih berilmu. Namun, mereka lebih memilih orang yang tidak berilmu itu demi menghibur mereka dengan irama nyanyian.
(maksudnya lebih memilih seseorang karena suara dan iramanya dalam membaca Alquran lebih indah, padahal yang seharusnya tampil menjadi pemimpin/ imam adalah orang-orang yang berilmu, bukan sekadar yang suaranya enak dan irama Alqurannya indah, pen.).

وإنا لله وإنا إليه راجعون :( :(
Dan sesungguhnya dari Allah-lah kita berasal dan kepada Allah kita akan dikembalikan.
#محب
#أحمد_الشرقاوي

Diterjemahkan oleh: Laili Al-Fadhli
Semoga Allah mengampuni penulis dan penerjemah serta mengampuni keluarga mereka semuanya. Aamiin.

Sumber tulisan:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=362396728014555&id=100027326915073

Laili Al-Fadhli
28 Agustus pukul 09.26 ·

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.