Terawih 20 Rekaat, Bid'ah?

Terawih 20 Rekaat, Bid'ah? - Kajian Medina
TERAWIH 20 REKAAT, BID'AH ?

Untuk salat terawih, di Masjid Nabawi dan masjid Haram mengamalkan yang 20 (dua puluh) rekaat, dengan salam di setiap dua rekaat, lalu ditambah witir 3 (tiga) rekaat. Ini yang kami saksikan selama di sini.

Salat terawih dengan format seperti ini (20 rekaat) merupakan madzhab Jumhur ulama, diantara mereka Abu Hanifah, Asy-Syafi'i, dan Ahmad bin Hambal. Imam An-Nawawi - rahimahullah - berkata :

مَذْهَبُنَا أَنَّهَا عِشْرُونَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيمَاتٍ غَيْرَ الْوِتْرِ...هَذَا مَذْهَبُنَا وَبِهِ قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَأَصْحَابُهُ وَأَحْمَدُ وَدَاوُد وَغَيْرُهُمْ وَنَقَلَهُ الْقَاضِي عِيَاضٌ عَنْ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ

"Madzhab kami, sesungguhnya (salat terawih) itu dua puluh (20) rekaat dengan sepuluh salam selain witir.....Ini merupakan pendapat kami (syafi'iyyah), dan ini juga merupakan pendapat Abu Hanifah dan para sahabatnya, Ahmad bin Hambal, Dawud, dan selain mereka. Al-Qadhi Iyyadh menukil hal ini dari pendapat Jumhur." [ Al-Majmu Syarhul Muhadzab : 4/32 ].

Apa ada dalilnya ? Tentu saja ada. Imam Al-Baihaqi meriwayatkan (2/496) dengan sanad yang sahih :

أنهم كانوا يقومون على عهد عمر ابن الخطاب - رضي الله عنه - شهر رمضان بعشرين ركعة

"Sesungguhnya pada bulan Ramadan, mereka (para sahabat) menunaikan salat terawih dua puluh rekaat di zaman Umar bin Al-Khatab."

Jadi, tidak benar kalau salat terawih dua puluh rekaat merupakan perkara yang menyelisih sunah atau bahkan bid'ah. Bagaimana menyelisihi sunah ? Sementara hal ini merupakan pendapat dan amaliah jumhur ulama muslimin. Apakah mereka semua telah mengamalkan kebida'ahan ? Tentu tidak.

Bahkan, Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- sendiri mengakui bahwa hal itu termasuk perkara yang baik. Beliau berkata :

والتراويح إن صلاها كمذهب أبي حنيفة ، والشافعي، وأحمد : عشرين ركعة أو : كمذهب مالك ستا وثلاثين ، أو ثلاث عشرة ، أو إحدى عشرة فقد أحسن .

Salat terawih, jika seorang menunaikannya dua puluh rekaat seperti madzhab Abu Hanifah, Asy-Syafi'i dan Ahmad, atau tiga puluh enam tekaat, atau tiga belas rekaat, atau sebelas rekaat seperti madzhab Malik, sungguh dia telah berbuat baik." [ Al-Ikhtiyarat : 64 ].

Bahkan sependek pengetahuan kami, tidak ada ulama salaf yang mu'tabar yang membid'ahkan salat terawih dua puluh rekaat. Di sinilah hendaknya kita lebih hati-hati dalam menghukumi suatu perkara. Jika tidak paham, lebih baik diam. Bagi kami pribadi, mengikuti jumhur, insya Allah lebih selamat dan menentramkan hati.

16 Ramadan 1440 H
Mekah Mukaramah - KSA

Abdullah Al-Jirani
---------
Foto : Berkunjung ke Uhud.

Abdullah Al Jirani
21 Mei pukul 16.15 ·

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.