Sekelas Imam Madzhab Mau Dikritisi

Sekelas Imam Madzhab Mau Dikritisi - Kajian Medina
SEBAB NGOMONG KENTIR

Ada yang nanya ke saya, apa asbabun Nuzulnya sampai saya nulis bab kentir di status.

Berikut riwayat singkatnya. Pas kami sedang diskusi masalah fiqih ada yang menyela : "Ustadz ini bagaimana, jelas bahwa imam Syafi'i itu mengatakan : "Kalau hadits itu shahih, maka itulah madzhabku !"

Saya tanya beliaunya, "Artinya itu apa akhi ?"

Dia menjawab, "Ya kalau sudah ada hadits shahih tinggalkan pendapat siapapun termasuk kata (imam) Syafi'i."

Saya tanya lagi, "Yang ngajari antum begitu siapa akhi ?"

Dia menjawab sambil ngegas, "Lah kan sudah jelas kalimatnya imam Syafi'i, apalagi yang belum dipahami ?"

Saya menjawab, "Hebat antum nih, saya salut. Karena kami dulu, untuk memahami perkataan imam Syafi'i itu ngaji kitabnya sampai hampir tiga bulan, pertemuannya sepekan 4 kali. Nama kitabnya :

معنى قول الامام المطلبي اذا صح الحديث فهو مذهبي

Ma'na qaulil imam al Muthalibi, idza shohal Hadits Fahuwa Madzhabi (Makna perkataan imam Muthalibi (gelar imam Syafi'i) : Apabila shahih sebuah hadits, itulah madzhabku.

Itu karya imam As Subki rahimahullah, tak terlalu tebal sih, hanya 50 an halaman. Tapi saya jamin, antum bisa pegel linu untuk bisa sampai khatam dan paham."

Beliau terdiam. Saya juga terdiam. Lalu beliau ngomel nghak jelas, saya pergi ...

Sekian.

Yang baru belajar, berjiwa kritis itu wajar. Tapi ya mbok ngukur. Sedikit tahu diri, biar nggak terlalu malu-maluin, masa ulama besar sekelas imam madzhab mau dikritisi.

Itu mah bukan pinter, tapi kenthir. Antum tahu apa itu kenthir ?

(*Yang tahu bisa koment)
Ahmad Syahrin Thoriq
Ahmad Syahrin Thoriq
1 Juni 2020· 

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.