Sufyan Ats-tsauri Menasehati Mahdi dan Abi Ja'far Al-Manshur

Kisah Sufyan Ats-tsauri Menasehati Mahdi dan Abi Ja'far Al-Manshur - Kajian Medina
Sufyan Ats-tsauri merupakan amirul mukminin dalam bidang hadits, yang gak lepas dari mengajak ke kebaikan dan mengingkari kemungkaran

Dikisahkan bahwa ia masuk menemui Mahdi salah seorang kholifah Abbasiyah ke empat, menasehati kholifah sambil berkata wahai rojul engkau memanggilku dan menanyakan apa keinginanku? Sedangkan engkau telah mengisi bumi dengan kemaksiatan dan kerusakan?

Maka mahdi menundukkan kepalanya, padahal Mahdi termasuk seorang kholifah yang kuat yang memberantas kemungkaran di seluruh daerah kekuasaannya dari kerusakan kaum2 zindiq, tetapi Sufyan berkata demikian.

Maka mahdi pun bertanya, kalau aku gak bisa menghilangkan kemungkaran yang ada? Sufyan pun berkata kalo demikian turunlah engkau dan ganti dengan yang lain yang bisa melakukannya.

Kemudian mahdi pun bertanya apalagi kebutuhanmu? Sufyan berkata angkat kepalamu dan jawab kebutuhan anak orang2 Muhajirin yang menunggu diluar pintu itu, maka mahdi pun menundukkan kepalanya lagi.

Setelah itu mahdi berkata apa kebutuhanmu lainnya? Sufyan berkata aku mendengar dari Ismail ibn Abi Kholid bahwa Umar bin Khattab ketika haji mengatakan kepada penjaga hartanya, berapa dinar yang kau keluarkan untuk infaq? Separuhnya wahai Amirul mukminin. Sufyan pun berkata aku melihat perkara ini bukan perbuatan yang sia2 maka aku berharap engkau melakukan yang demikian, maka Mahdi pun mengeluarkan hartanya untuk diinfaqkan.

Lihat Gimana Sufyan bener2 melakukan pengingkaran kepada kemungkaran dan memerintahkan pada kebaikan

Dikisahkan bahwa Sufyan masuk menasehati Abi Ja'far Al-Manshur, sampai2 Abi Ja'far gak kuat menerima Nasehat2nya dan mengusirnya.

Sekarang yang bilang menasehati pemimpin sembunyi2 selayaknya melakukan yang semisalnya, jangsn malah terenyuh dengan keakraban sama pemimpin sampe lupa tujuan utamanya, kalo emang gak bisa maka tinggalkanlah biar yang lain yang mampu menasehatinya.

Sufyan termasuk seorang ulama yang berpendapat mencari satu dirham harta untuk keluarga sehingga sholat di shof terakhir lebih baik dari pada dapet shof pertama tapi dapet harta dari hasil diberi atau bahkan minta2 ke orang.

Padahal pada masa salaf sholat di shof terakhir termasuk kehinaan, tetapi beliau melakukan itu agar harga diri beliau dan keluarga beliau tidak dihinakan ketika melakukan amr bilma'ruf dan nahyu a'nil mungkar

Dan banyak lagi kisah beliau

seperti di akhir hayat beliau sebelum meninggal dibacakan surat Yassin sampai meninggal

Selayaknya kisah2 ulama tersebut dijadikan pelajaran bagi kita agar kita tahu keadaan ulama3 salaf, bukan hanya di lisan saja ngaku ikut mereka tapi kenyataannya gak demikian..

Ana dapatkan kisah beliau dari Syeikh Dr. Muhammad Musa Asy-syarif hafidzohullah
Link: https://youtu.be/2NMS5KXGnvI

Aboud Basyarahil
11 Januari pukul 08.32 ·

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.