Antara Ahli Hadist, Mujtahid dan Imam Mazhab

Antara Ahli Hadist, Mujtahid dan Imam Mazhab - Kajian Medina
Menghafal itu baik, tapi keahlian ini bisa digantikan oleh perangkat teknologi. Tipis sekali bedanya antara orang yang bisa menghafal ribuan nomer telpon koleganya dengan orang yang bisanya hanya menyimpan kontaks mereka di smartphone. Demikian juga dengan penghafal hadis di masa ini dengan orang yang bisanya membuka aplikasi hadis di komputer atau smartphone.

Yang barangkali agak beda hanya penghafal al-Qur’an sebab mereka biasanya jauh lebih banyak dapat pahala membaca al-Qur’an daripada yang tidak hafal.

Yang lebih penting dari menghafal adalah memahami dengan baik dan mampu mengolah apa yang dibaca sebab ini hanya bisa dilakukan manusia yang terlatih. Betapa banyak penghafal yang tak tahu apa-apa kecuali membunyikan kembali kata yang dihafalnya. Seperti komputer yang mampu menghafal banyak sekali data tapi tak mampu membuat satu pun artikel tanpa campur tangan manusia.

Sebab itulah, para imam periwayat hadis di masa lalu biasanya lebih banyak terdiam ketika berada bersama mujtahid. Mereka sadar bahwa periwayat dan kritikus hadis hanya hafal biodata perawi dan perkataan mereka. Soal memahami dan mengolah apa maksudnya, itu wilayah para mujtahid. Hanya saja harus dicatat bahwa mujtahid juga menghafal hadis.

Sungguh aneh bin ajaib, meski demikian faktanya tapi ada saja di masa ini yang hafal beberapa hadis (tanpa data sanad) langsung merasa dirinya mujtahid, bahkan merasa lebih tinggi levelnya dari para imam mazhab 4 yang suka mereka bilang "tidak maksum".

Abdul Wahab Ahmad
11 Januari pukul 23.43 ·

Related Posts

Ayo Belajar Islam

"Ayo belajar ilmu fiqih, agar tidak mudah menyalahkan orang dan tidak gampang bilang bid'ah kepada sesama muslim." "Ayo belajar fiqih ihktilaf, agar tidak merasa paling benar sendiri." "Ayo belajar perbandingan mazhab, agar tidak merasa selain kami sesat." (Kajian Medina)

Kajian Medina

Blog Kajian Medina : Cerdaskan Umat Lewat Kajian Khilafiyah, Ikhtilaf dan Ukhuwah oleh Ustadz dan Tokoh Sebagai Pencerahan Menuju Persatuan Islam Ahlus Sunnah Waljamaah.